Tahapan Hak Asasi Manusia


Ada tiga tahap hak asasi manusia
sejarah =>hak alami => Tuhan      => nilai-nilai Eropa
                                 =>  Manusia            
Faktor perkembangan hak asasi manusia:
1. Adanya depresi ekonomi 1930
2. Timbulnya koloni-koloni (negara-negara) baru pasca perang dunia kedua
3. Adanya aktor hak asasi manusia (awalnya aktor itu negara kemudian beralih ke Lembaga Swadaya Masyarakat)
Kaitan HAM dengan pembangunan pada sistem ekonomi klasik

Orang produksi barang <=> Upah
Pada masa ekonomi klasik, ada perputaran ekonomi seperti gambar di atas. Awalnya, orang memproduksi barang. Kemudian barangnya laku di pasar, harganya pun naik. Itu yang menyebabkan upah pekerja naik sehingga mampu membeli barang hasil produksi. Tetapi ada juga orang yang memilih menabung dan mengesampingkan belanja barang hasil produksi tersebut. kareann mereka perlu tabungan, orang  nabung dengan tidak beli barang produksi, barang produksi turun, upah ikut turun, pekerja diberhentikan kerja, ekonomi stagnan. Hasilnya, ekonomi menjadi depresi dan perputaran ekonomi terhambat.
Di sisi lain, Marx meramalkan kapitalis akan menemui ajalnya. Untuk ekonomi, ada pemerintah membuat infrastruktur. Pemerintah harus mengucurkan uang ke mmasyarakat, pemerintah tidak boleh menabung karena itu membuat ekonomi stagnan. Daya beli masyarakat akan ada, negara membuat pajak ke masyarakat. sebenarnya, pembangunan itu mutlak. Kemudian itu dipakai negara asia. Maka dibentuk HAM ekonomi sosial budaya tapi mengutamakan kebersamaan.
HAM ada empat generasi
Perdebatan Keynesian menghasilkan masuknya HAM generasi ketia dan keempat untuk masuk ke PBB. Negara-negara asia mengutamakan HAM ketiga dan keempat, setelah itu HAM kesatu dan kedua. Tetapi, negara-negara eropa mengutamakan Ham kesatu dan kedua, mengesampingkan HAM ketiga dan keempat, karena HAM ketiga dan keempat bisa dari swasta.
Dalam konteks umum, negara butuh dana. Dana dimiliki oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Tetapi Amerika Serikat lebih condong memberikan ke negara liberal. Ketimpangan yang tinggi negara liberal memasukkan ideologi ke negara yang akan dibantu dananya. Sehingga bantuannya tidak netral.
Ada negara Amerika Serikat yang liberal mempunyai dana untuk membantu negara lain dengan berbegai perstaratan. Negara bantuannya tidak boleh berusaha, tapi swasta harus berusaha. Negara dapat uang dari perusahaan. Ada kepentingan Amerika Serikat untuk perusahaan ini menjadi kaya. Amerika Serikat memberi pinjaman ke Indonesia karena strategis. Dengan syarat perusahaan harus masuk Indonesia. Seringkali konflik tenaga kerja dengan perusahaan.
Ada dua kepentingan =>Soeharto mempertahankan kekuasaan
                                   =>Soeharto ingin masyarakat sejahtera
Amerika Serikat memberi dans ke Soeharto kemudian dia mempertahankan kekuasaan butuh uang. Seringkali, ada pertentangan perusahaan dengan buruh. Pada fase awal, perusahaan butuh dana besar.
Intinya, gambaran umum tahapan hak asasi manusia yaitu, pertama, ada dugaan hak asasi manusia berasal dari barat. Kedua, adanya perkembangan ekonomi, depresi ekonomi, masyarakat dunia menyadari pembangunan muncul hak asasi manusia ketiga dan keempat. Negara asia mengutamakan hak asasi manusia ketiga dan keempat. Sebaliknya, negara eropa mengutamakan hak asasi manusia kesatu dan ketiga. Ini memunculkan pertentangan. Ketiga, aktor negara. Negara dunia ketiga butuh pembangunan dan uang. Timbullah ketimpangan karena kebutuhan dana terbatas. Kemudian ada permainan hak asasi manusia sebagai persyaratan negara dunia ketiga meminjam dana internasional.
DUHAM lahir berdasarkan reaksi atas pembantaian di perang dunia kedua. Sebelum DUHAM ada, HAM untuk individu. DUHAM baru mulai membela HAM.
Beberapa hal yang diperdebatkan dalam buku hak asasi manusia ini tentang nilai-nilai barat versus nilai-nilai asia, depresi ekonomi, apakah perusahaan melanggar HAM?.
Keanggotaan PBB meningkat pesat, dari 48 di 1948 hingga 100 pada tahun 1962 dan 112 pada tahun 1966 disebabkan oleh munculnya koloni baru, kebutuhan dana untuk pembangunan, setelah negara berkembang masuk ke PBB kemudian mendominasinya. Pengaruhnya dengan HAM yaitu meningkatnya kebutuhan dana dan HAM.

Apakah praktisi pembangunan lebih senang dengan pemimpin yang otoriter atau demokratis? Di negara demokratis, pembangunan dapat berjalan. Tetapi, pada tahap awal pembangunan, negar otoriter yang mampu menggerakkan pembangunan. Negara yang sudah maju, pemimpin tang demokratis itu dihentikan. Misalnya ada seorang pemimpin proyek dan mampu memenangkan tender. Pemimpin otoriter akan berusaha dengan perusahaan itu. Pada dasarnya, dalam RAB harus ada pos belanja tidak terduga yang lebih besar. Dalam prinsip ekonomi, RAB besar itu harus dihindari. Negara otoriter untuk anggaran praktis itu lebih besar. Negara demokratis, msayarakat bisa teriak jika ada pelanggaran hak asasi manusia. Umumnya, RAB disusun agar dana pembangunan semakin sedikit. Itulah kaitan pembangunan dan sistem pemerintah otoriter.

Comments