Tantangan hak asasi manusia


Tantangan terpenting ide hak asasi manusia adalah pengetahuan mengenai bangsa tentang ham. Kalau kita membahas konsep ham maka dengan sendirinya ham itu menjadi kabur. Apa yang dimaksud hak itu sudah jelas. Hak adalah konsep sederhana, itu hasil proses akal budi yang kompleks. Kita harus pahami dulu hak asasi manusia. HAM itu makna hak dan jadi kalau kita ingin mengetahui konsep HAM maka yang pertama apa itu makna HAM, apa asal usulnya. Untuk mengetahui apa itu HAM. Situasi apa yang terjadi mempunyai hak dengan seseorang tanpa hak. Kita hanya perlu memperlihatkan hak itu bagi kehidupan. Apa beda situasi seseorang memiliki hak. Itu timbul kewajiban.
Suatu kewajiban bagi orang lain untuk dapat agar pemenuhan itu berlangsung. HAM berkewajiban. Tapi hubungan itu tidak berarti. Ini miss perception umum. Terhadap mengenai objek. Tindakan demikian  yang pemilik kewajiban. Kalau kita mempunyai hak untuk hidup. Apa konsekuensinya?. Ada kewajiban bagi orang untuk memenuhi hak hidup. Kewajiban yang dikatakan negatif. Kewajiban positif. Kita punya hak untuk hidup ada kewajiban orang lain memberikan hak itu kepada kita. Kewajiban itu terbagi dua.
Kewajiban negartif kalau kita  berhak berbicara maka orang lain dengan diam saja tidak melarang berbicara. Kalau anda punya hak untuk hidup dengang tidak melakukan apa-apa maka itu kewajiban negatif. Sementara, kewajiban positif adalah kalau manusia punya hak hidup maka orang lain harus melaksanakan. Kalau berbicara maka orang lain menyediakan bahan.
Hak pasti berhubungan dengan kewajiban. Hanya saja hubungan tidak berarti setiap pemilik hak mempunyai kewajiban. Kalau dalam situasi normal, jika kita  punya hak , kita juga punya kewajiban. Jika punya hak suatu rumah maka punya kewajiban membayar rumahnya. Tidak semua hak itu punya kewajiban.  Jika kita beli sesuatu , kewajibannya maka membayar sejumlah uang. Kita ingin kuliah, kewajibannya membayar kuliah. Tapi ternyata ada kondisi tidak semua pemilik hak itu berkewajiban. Dengan demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa memiliki kewajiban. Kewajiban ada dua jenis. Kewajiban positif dan kewajiban negatif.
Hak untuk hidup berarti kita tidak mencabut nyawa orang lain, tapi kita wajib menyediakan makan yang dibutuhkan orang lain. Hak untuk hidup tidak dapat disamakan hak untuk hidup kewajiban positif. Walaupun objeknya sama untuk hidup. Banyak orang merasa perbedaan di atas tidak diperlukan. Tetapi pengabaian atas itu dapat menyesatkan. Karena kewajiban positif dan negatif disamakan. Padahal tidak setara. Ini timbul dari sumber yang sama tapi tidak sama.
Perlindungan atas hak positif selalu membutuhkan orang lain, permasalahannya bagaimana kalau orang lain itu tidak mempunyai sumber daya untuk memenuhi hak-hak untuk itu. Contohnya seseorang mempunyai hak untuk hidup, kalau orang lain tidak dalam kondisi fiskal cukup maka ini secara rasional tidak dibenarkan.  Status hak positif menjadi tidak absolut. Hak dengan sifat absolut dipenuhi kapan saja di mana saja. Yang terpenting disini adalah kewajiban negatif dan hak negatif bukan berarti yang positif tadi tidak diperlukan. Dalam situasi tertentu ini perlu, namun ada syarat-syarat sebagai berikut. Jangan sampai menimbulkan kondisi. Hak positif bersifat kondisional. Contoh kalau ada kapal barang, ada perahu muat seorang masuk, ada kewajiban kita masuk sesuatu. Kalau tidak maka kita dapat hukuman. Beda halnya yang mempertahankan diri. Satu kapal tenggelam, hanya ada satu pelampung yang hanya bisa menahan satu orang. Kita bisa mempertahankannya walau dengan membunuh orang tersebut. Kasus ini sudah zaman dahulu diperdebatkan.
Misalkan kita melihat orang terkapar di tengah jalan, kita tidak melakukan apa apa. Anak kecil di Aleppo. Kewajiban orang tuanya memberi makan artinya kewajiban positif itu juga penting tapi tidak bisa disetarakan dengan kewajiban negatif. Perbedaan ini penting dalam hal yang meyangkut asas-asas itu.
Apa yang membuat masyarakat mengatakan saya memiliki hak? Secara hukum kalau handphone itu di tangan saya maka itu milik saya kecuali dapat dibuktikan ini milik orang lain. Cara pembuktiaannya melalui bon, saksi diambil oleh dia. Tapi secara hukum bahwa barang bergerak barang tersebut dimiliki oleh siapa yang membawa. Tapi barang yang tidak bergerak rumah, kapal, tapi karena ada bobot tertentu dikategorikan barang tidak bergerak. Kalau kita punya BPKB tanpa STNK maka bisa kita jual. Kalau kita jual BPKB atas nama dia, dia serahkan ke saya, maka saya bisa menjualnya. Tidak seperti tanah , ada sertifikatnya anda atas nama saya, anda jual tidak bisa.
Pemahaman yang utuh tentang hak butuh kejelasan akan tetapi asal mulanya. Bagaimana suatu makhluk bisa memilik hak?. Jadi bukan tentang sejarah. Tapi seperti saat sekarang apa yang membuat seseorang mengatakan saya berhak untuk berbicara? Apa munkin karena declaration of human rights? Kalau kita sekarang ini aturan formal sudah ada sejak zaman magna charta. Apakah sebelum adanya magna charta orang mempunyai hak?  Kalau kita mengatakan bahwa hak itu kita miliki sejak zaman dahulu, ini kita mengatakan sebelum magna charta maka orang tidak memiliki hak. Konsekuesinya adalah bukankah suatu surat itu bisa diubah? Bisa saja nanti ke depan hak-hak yang kita miliki menjadi tidak memiliki hak lagi. Hak itu bukan timbul karena belas kasihan orang lain, bukan karena kasihan negara, bukan karena adanya undang-undang tapi karena dalam rumusan umum itu karena orang memiliki hak karena harkat dan martabat sebagai manusia.
Kita tidak akan mau memberikan bila negara tidak mengetahui hak kita maka kita menuntut negara mengakuinya. Jika DUHAM itu tidak ada maka hak itu dimiliki bukan sosial tapi mendahului konsisi sosial politik terhadapnya. Hak itu didapat sebagai layaknya manusia salah satu jawaban yang diberikan dalam pandangan ini hak adalah cerminan dari yang memahami kemauan. Jadi dasarnya kalau kita punya hak maka pertahankan. Kalau tidak bisa dipertahankan maka kita tidak mempunyai hak. Itu dampak negatifnya. Ada benarnya kalau punya hak dipertahankan. Dipertahankan dengan berbagai cara bukan dengan berkelahi. Pertahankan dengan kekuasaan. Kekuasaan untuk mempertahankan itu.
Inti hak bukanlah pemiliknya lakukan tapi apa yang orang lain lakukan terhadapnya. Kewajiban itu dimiliki subjek. Hak untuk hidup seseorang tidak berarti hidup walau pada saat itu tidak mampu menjaganya. Kita dapat mengetahui hak kita dengan fakta. Ini yang dikatakan dengan kesadaran moral. Jadi secara tidak langung, asal usul hak itu dari kesadaran moral sebagai manusia. Kesadaran moral adalah menjadi penentu kita yang wajib tahu terlepas dari fakta sosial. Asal usul pada titik kesadaran moral pada diri manusia.
Setiap manusia punya kesadaran karena dia memiliki akal budi apa yang dinginkannya tentu diinginkan orang lain. Apa yang dipikirkannya bisa saja dipikirkan orang lain. Manusia satu dengan manusia lain sama-sama manusia. Ada kesadaran moral bahwa kita berbicara dilarang maka itu tidak enak. Itu mengganggu eksistensi kita manusia bermoral. Kesadaran moral ini yang dijadikan asal usul HAM. Setiap manusia memiliki kesadaran moral untuk itu.
Dari kesadaran moral itulah muncul menyamakan persepsi orang punya kesadaran moral juga. Kalau negara acuh hak ini maka harus diperjuangkan untuknya. Ada suatu aturan yang orang tidak cepat lupa atau berkelit.
Hak itu bisa asal usulnya positif atau negatif. Tapi kalau HAM itu bermain pada tataran hak negatif dan kewajiban negatif. Kalau asal usul hak bisa berdasarkan kekuatan, bisa juga kesadaran moral. HAM tidak berdasarkan negara tapi lebih kepada kesadaran.
Jayabaya menceritakan manusia tidak diperoleh jika bukan dari masyarakat. Menjadi bagian dari masyarakat dimaknai sebagai suatu ikatan simbolis. Berada diluar masyarakat tinggal di suatu tempat jauh. Dalam waktu yang lama. Tidak berada di luarnya. Manusia makhluk sosial. Walaupun dia di tempat jauh. Apabila dia punya ikatan simbolis maka dia masih diangggap satu kesatuan dari  masyarakat.
Orang Bali taat ritual keagaamaan. Hanya orang Bali yang sangat menjalankan ritualnya. Di bali mayoritas hindu. Orang Bali hampir setengah pendapatan umum, itu sebagian besar uangnya untuk menjalankan ritual keagamaannya. Ada orang Bali yang ada di tempat lain terbagi dua. Ada yang selalu berikatan ritualisme walaupun dia posisi jauh dari Bali. Ada acara agamanya dia harus datang. Tetapi ada juga orang Bali yang keluar dari Bali tapi tidak ikut ritual itu. Kedua orang ini berkonsekuensi. Orang pertama akan dihadapkan adat yang berlaku. Orang kedua tidak diadatkan sebagai orang Bali. Kalau orang Bali masih mempunyai agama kuat, dimana saja, dia masih dipengaruhi masyarakat setempat.
Di belitung itu ada dua, bangka dan belitung. Di sana ada orang kristen Cina. Itu hari  itu adalah hari luar biasa semua orang Cina kristen harus datang ke sana. Kalau natal dan tahun baru tidak terlalu penting. Tapi kalau hari itu, hari harus kembali ke sana. Karena pada hari itu tiketnya mahalnya empat kali lipat. Pada saat itu tiket mahal sekali. Semua penerbangan terbatas tapi banyak orang dari pelosok dunia ke sana. Itu suatu kewajiban. Orang-orang itu terikat dan merupakan bagian dari masyarakat.
Hak itu dicurigai akan memutuskan tali relasi masing-masing individu dengan sesamanya. Kalau kita berbicara hak nanti fokusnya kepada individu. Kita berbicara tentang HAM kesannya pastilah kepada individu. Kalau ini yang dikembangkan, dikhawatirkan ke depannya hak itu akan meruntuhkan tatanan yang ada di masyarakat. Bukan berbicara tentang kita tapi berbicara tentang saya.
Saya sudah kenal dengan seseorang dekat sekali. Sekitar 17 tahun. Dia punya anak. Saya selalu memabantunyasoal tanahnya. Ada jual beli tanahnya. Orang itu berbicara tanah kita atau pulau kita. Tapi kalau kesannya tanah saya laku. Itu rasanya ada perasaan tidak memiliki. Rasa memiliki ini penting untuk menjaga sesuatu. Bis kota, transjakarta milik pemerintah. Tapi kalau kita bilang itu milik kita maka ada rasa menjamin. Untuk mengkaji kita dan saya.
Konsep hak selalu menghubungkan bukan memutuskan. Ini adalah pembelaan bagi mereka yang ingin tetap mempertahankan hak individu di atas segalanya. Orang yang mencoba mempertahankan hak komunal, dia berpikir bahwa itu sesuatu yang isa memutuskan dalam kondisi riil. Beth Singer mengatakan bahwa partisipasi dalam hukum adalah patisipasi menghubungkan satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan hak individu menghubungkan setiap individu dengan pihak lain sebagai  pemilik kewajiban terhadapnya dan menghubungkan individu lain sebagai pemilik hak. Di satu sisi, komunal mengatakan itu hak individu jika dibesarkan maka dia akan memutuskan hubungan antara individu dengan masyarakatnya. Relasi hak individu adalah sesuatu relasi sosial untuk eksis yang dimaknai pihak yang terlibat di dalamnya bukanlah diucapkannya. Individualisme memutuskan masyarakat dalam arti karena hanya dengan itu hak individu dapat beroperasi. Menginjeksi hak individu sebagai atau dengan menginstitusionalisasikannya.


Comments